Rendo Ariya Wibawa

Sunday, December 21, 2008

Travel Notes: Doha, Qatar

Sudah 2x PP Kuala Lumpur - Doha, yang pertama bulan november 2008, yang kedua bulan desember 2008, dengan menggunakan 2 maskapai yang berbeda.

Perjalanan pertama menggunakan Qatar Airways (direct flight) yang berangkat jam 2.30am dari KLIA dan tiba di Doha jam 5.00am. Untuk pulangnya, Qatar airways berangkat jam 1.30am dari Doha dan sampai di KLIA sekitar jam 14.00an. Perjalanan kedua menggunakan Emirates, dari Kuala Lumpur jam 12.00 an tengah malam, transit dulu 5 jam di Dubai dan lanjut ke Doha, sampai di Doha jam 8.30an pagi. Perlu diingat satu, Dubai 1 jam lebih awal dari Doha, jadi hati2 kalau transit di Dubai.

Ulasan tentang kondisi Doha airport sudah pernah dibahas sebelumnya di sini, jadi nggak dibahas lagi kali ini. Qatar dengan penduduk sekitar 1.2juta jiwa in total, bisa dibilang bukan negara arab, tapi lebih sebagai negara India, karena memang penduduknya lebih banyak orang India dan sekitarnya dibanding Qatari asli nya. Penduduk asli Qatari mungkin cuma sekitar 30% dari penduduk total Qatar. Foreigner terbanyak kedua adalah Philipino. Meski ga sebanyak Indian, orang-orang filipin ini meraja-i mall,-mall. Semua penjaga mall sampai carefour hampir pasti philipino. Sebagai orang indonesia, dengan wajah mirip mereka, siap2 aja terima ocehan nggak jelas waktu di kasir atau kadang lagi makan di food court pun tau2 diajak ngobrol dengan bahasa ga jelas. Mereka kebiasaan asal ngomong dulu baru kalau ngeliat lawannya diem aja baru nanya, "are you not phillipino?".

Ok, kembali ke kota Doha nya sendiri, kotanya sudah pasti sebagian besar dari pasir :D, jalanan cukup lebar2, cocok buat orang-orang arab yang nyetir nya gila2 apalagi ditambah mobil2 ber-cc gede2. Hampir semua tipe mobil mewah bisa ditemuin di Doha. Lalu lintas, dibilang parah juga nggak, tapi bisa dibilang, perencanaannya kacau. Salah satu joke di sana bilang, jalanan dibangun setelah gedung dibangun, karena memang, kemana kita menghadap, pasti ada gedung dibangun, dan tanpa henti. Public transportation cukup susah, jadi kalau nggak punya mobil pribadi siap2 susah mau kemana2 apalagi pas jam sibuk. Bus jadwal nggak jelas sedangkan taxi kalau jam sibuk booking nya bisa butuh 2-3 jam. Untuk sewa mobil di Doha juga susah, international driving permit cuma berlaku 1 minggu sejak tanggal kedatangan, dan dari cerita teman2 orang2 Indo yang sudah migrasi ke Qatar, cari SIM di Qatar itu sangat susah, bukan susah lagi. Ujian 3-4 kali gara-gara gagal atau bahkan lebih itu sangat wajar :D Mungkin memang pemerintah membikin ujian yang sangat susah untuk mengurangi kecelakaan, apalagi ditambah denda yang gila2an, kalau nerobos lampu merah, bisa sekian ribu Qatar riyal untuk sekali nerobos, dan untuk speeding, ada denda basic plus ditambah denda progresif sebesar seberapa banyak melewati batas kecepatannya. Tapi tetep semua itu belum bikin kapok kayaknya.

Selain masalah transport, 1 lagi yang jadi masalah adalah aturan "Family Day" di mall-mall dan public recreation area pada setiap hari Jumat dan hari libur nasional. Family day artinya, kalau kita single kita ga boleh masuk. Tapi aturan ini diskriminatif juga, kalau sama orang bule atau sama orang arab asli yang gede2, penjaga2 pintu yang kebanyakan orang filipin ini pada takut dan ngebiarin aja, pas giliran kita wajah asia, langsung disetop abis.

Overall, Doha kota yang enak, terutama musim dingin gini (belum ngerasain pas musim panas dan belum pingin, hehehe), Desember kemarin ini ,malam suhu sudah 16 derajat dan Januari bisa lebih rendah lagi di bawah 10 derajat. 5-10 derajat buat yang sudah biasa tinggal di Eropa pas musim dingin mungkin sudah tergolong anget tapi ada satu yang bikin kepikiran, di hotel nggak keliatan ada heater sama sekali. Untung kemarin masih 16 derajat, selimut sudah cukup untuk tidur dan normal jacket juga sudah cukup buat jalan. Anggap kayak Bandung pas malam hari.

Harga-harga relatif mahal untuk barang-barang pokok, mobil murah, mungkin 2/3 harga di Jakarta atau 1/2 harga di KL karena nggak ada pajak ditambah bensin juga sangat murah. Tapi jangan tanya untuk apartemen, apartemen paling murah , model studio aja sekitar 2000-2500 QR, di atas 6jt rupiah. apalagi yang 2-3 kamar.

begitulah cerita singkat untuk Qatar, foto2 ada di picasa, termasuk foto2 pas sand trip, yang ngelewatin gunung-gunung pasir hingga perbatasan Saudi. Trip ini recommended apalagi kalau dapat driver yang cukup gila bikin naik mobil kayak naik roler coaster naik turun dengan kemiringan 45 derajat lebih.

info lain2, yang lebih official dan terstruktur: http://wikitravel.org/en/Doha

No comments: